Selasa, 10 Desember 2013

Aku berjuang untuk dua hal


Kata-kata mereka itu masih teringat jelas di benak ku

"Buat apa berpendidikan tinggi ,jika ujung-ujung nya di dapur"

Ya itu lah kalimat yang sedikit mengganggu ku beberapa waktu yang lalu.

Tepat di hari Minggu pagi yang gerimis,yang sempat menghentikan 

perjalananku menuju perpustakaan ingin mengerjakan tugas kuliah ku.

Hujan yang turun semakin deras,cukup menjadikan sebuah pelajaran karena 

kecerobohanku yg lupa membawa payung.

Ku lirik arloji di tanganku,tepat pukul 12.00 siang.tidak mungkin aku menunggu 

hujan reda untuk melanjutkan perjalananku menyelesaikan tugas kuliahku.

Ku putus kan ku buka laptop ku di sbuah rumah-rumah an kecil di tengah-

tengah taman kota.

Ku sapa teman-teman yang sedang berteduh di situ,kelihatannya mereka juga

 terjebak hujan ketika menikmati hari liburnya.

Sedikit bercerita untuk mengakrabkan suasana dengan mereka,yang memang 

belum penah bertemu sebelum nya.

Akhinya perhatianku kembali ke tugas ku,"aku harus segera 

menyelesaikannya,karena memang waktu luang yang sangat minim di hari kerja ku.

Tiba-tiba terdengar tanya dari mereka,"mbak sedang ngapain...?"

"Mengerjakan tugas"jawab ku singkat.

"Tugasssss.!"seakan-akan mereka heran dan bertanya lebih lanjut tentang

 tugasku.

Aku pun menjelaskan kepada mereka,,,,

Sungguh jleebbbb..::-[

Ketika satu dari mereka berkata

"Ngapain jauh-jauh kerja d hongkong sekolah lagi,,kenyataannya juga 

kungyan.,,"

Terdengar sahutan lagi

"Perempuan,mau ngapain lagi paling ujung-ujung nya juga di dapur" dengan 

wajah yang kurang enak di pandang mereka melirik ku.

Hanya senyum kecil tanda kecewa ku atas pemikiran awam seperti itu.

Entah kenapa aku terganggu sekali dengan kata-kata mereka.ingin aku 

Menjawab dan berdebat dengan komentar mereka yang benar-benar tidak 

Nyaman ku dengar,namun mereka beranjak pergi.

Ha ha ha,,ya itu kejadian sekitar 2 bulan lalu,

Hingga sekarang aku selalu teringat kata-kata itu,hmmmm,iya sich 

mbak memang benar kata-kata kalian pada dasarnya wanita

 hanya bertugas di dapur,mengurusi suami dan anak.tapi saya mempunyai 

prinsip yang berbeda bahwa aku berjuang untuk 2 hal:

1.orang tua yang harus bahagia di masa tua nya

2.cinta yang akan aku dampingi selamanya

Ya itulah prinsip saya, membuat orang tua saya bahagia di hari tua ny kelak 

adalah semangat utama perjuangan saya.tak akan ku sia-sia kan doa dan 

nasehat ibu ku akan kesusesanku.kadang sempat meneteskan air mata 

ketiKa beliu minta maaf karena belum mampu mewujudkan cita-cita nya menjadikan 

aku seorang sarjana.Bukan salah mu buk,semua memang sudah rencana yang

 Maha kuasa.sekarang kesempatanku mewujudkannya.Semoga Allah meridhoi 

niat ku membahagia kan nya.Aamiin

Jika kita baca Q.S Al Mujaadilah:11

bahwa orang2 yg berilmu akan memiliki derajat lebih di sisi

Allah dan manusia. Selain itu ilmu akan membuat seseorang

akan menjadi takut pada Allah.

Aku adalah seorang calon istri,menurut ku dengan pendidikan, seorang istri 

 dapat mendukung suami dalam berbuat baik,

Mengetahui bagaimana cara menjadi seorang istri shalihah, Senantiasa taat 

pada suami dalam kebaikan menjaga kehormatan dan harta suami.

Aku adalah calon seorang ibu,

“Anak2 adalah investasi pahala yang tak pernah putus bagi

orang tuanya.”

Ya inilah yang membuat saya lebih bersemangat mendidik anak-ansk saya 

kelak menjadi generasi yg soleh,solekhah dan cerdas.

"Seorang ibu adalah madrasah bagi anak-anak nya" kata yg tidak asing lagi kan kawan?

Dan ini sangat berpengaruh oleh ilmu yang kita miliki.Seorang

wanita terdidik akan mendorong anak2nya supaya bisa

menjadi lebih dari ayah-ibunya, baik dalam hal pendidkan

maupun kebahagiaan.Dan perjuanganku yang indah ini kelak menjadi cerita 

Indah untuk mereka,selain itu lihat lah seorang yang ber ilmu mereka lebih di 

Hargai dalam masyarakat,karena mereka tau bagaimana cara menempatkan 

diri dalam masyarakat. Tentu nya pernah baca ini kan

“Kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan suatu

negeri. Kaum ibu dapat menggoyangkan buaian dengan tangan

kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan

kanannya.” -Napoleon Bonaparte-

Hemmzz jadi inget tauziyah nya ustadz felix siaw kemarin 

"Men sini in women sono" ~dibalik seorang pria yang hebat,

terdapat seorang wanita yang kuat~. Expand Collapse.sudah jelas kan penting nya peranan seorang wanita

Ingat lah kawan ilmu Allah sangat luas!tak ada kata yang mampu 

menganalogikan nya,ilmu itu banyak sumber nya tidak juga harus di sekolah 

semua tergantung akan kemauan dan niat kita

Yukz kita buang pikiran-pikiran lama kita tentang peranan wanita yang hanya 

di dapur.Mari kita bangun pribadi seorang wanita yang mampu menghebatkan 

Suami dan anak-anak kita kelak.Aamiin...

Semangat kawan..:D.