Jumat, 11 Desember 2015

Untukmu Sahabatku

Dear kaka Yulma,

Sepertinya baru kemarin kita berkenalan, cita-cita yang menjadikan kita berjumpa. Tak terasa waktu menjadikan kita seperti saudara, segala nasehat, koreksi darimu membuat aku yakin kita mempunyai tujuan yang sama.
Menjalin persahabatan denganmu meyakinkanku untuk berbagi segala putaran yang ada di hidupku.
Ingatkah kamu saat aku berantem dengan dia, karena inbok yang tidak jelas di facebookku. Kamu yang mampu meleraikannya. Ya ini konyol, tetapi kamu bersedia.
Ingatkah kamu saat ibuku sakit, kamu orang pertama membaca pesanku tentang berita ini.
Ingatkah kamu saat aku tak mengenakan gamis-gamis baru seperti yang mereka kenakan, kamu yang pertama kali membelikanku agar aku merasakan keadaan yang sama.
Meski kadang mungkin kamu lelah mendengar ceritaku, tapi pada kenyataannya kamu lah yang paling mengerti aku.
Cerita hidupmu menjadi ceritaku, begitu sebaliknya. Seberapa kali aku bercerita, tapi kamu tetap tidak pernah bosan membaca dan memberi masukan.
Haha walaupun terkadang aku tahu kamu jengkel dengan sikapku yang seperti anak kecil, yang sembarangan menaruh benda- benda yang aku pinjam darimu. Aku yang cengeng dengan masalah-masalahku,tapi kita selalu menemukan cara untuk kembali tertawa.
Satu hal yang paling aku ingat saat UAS dan batrei tiba2 0%, kamu rela pinjamkan pusakamu untukku, walaupun aku tau kamu pun belum selesai mengerjakan soal- soalmu.
Kadang mulai terasa setelah kamu pulang nanti, bagaimana kebiasaan rapat paripurna kita saat ujian.

Kakakku sayang,
Terima kasih telah memberi warna di bagian hidupku, tertawa, menangis bersamaku. Entah dengan apa aku bisa membalas kebaikanmu.
Maafkan aku jika akhir2 ini aku tak punya banyak waktu untukmu, karena tuntutan tugas yang harus aku selesaikan.
Tapi taukah kamu jujur sebenarnya aku ingin menemanimu jalan-jalan untuk terakhir kamu di negeri ini. Tapi lagi2 ada tugas yg harus aku selesaikan. Maaf , maafkan adikmu ini...

Kak, sebentar lagi waktu yang kamu (kita ) tunggu akan segera tiba. Kamu akan segera merubah status lajangmu. Akhirnya penantian kalian tak sia-sia, walaupun berliku-liku yang harus kalian lewati. Waktu yang tidak singkat
Kalian luar biasa...
Dan akulah sahabat yg paling bahagia atas pernikahanmu. Tulus doa dariku kupanjatkan semoga kebahagian selalu bersamamu sahabatku.

Jika suatu hari kamu merasa kesepian dan butuh tempat untuk sekadar bercerita, mengenang masa-masa muda yang penuh dengan hal gila ingatlah hari ini dan kemarin kita pernah tertawa dan menangis bersama. Kamu melepas masa lajang dan aku melepas sahabatku ke pelukan orang yang aku percaya mampu membahagiakanmu. Ya dia manusia terbaik yang Allah anugerahkan untukmu, taatilah perintahnya. Jadikan dia laki-laki yang paling bahagia memiliki istri kakakku yang paling cantik.

Sampai kapanpun kamu tetaplah sahabatku, kakak terbaikku. Tidak ada yang berubah oleh keadaan apapun. Aku selalu ada saat kamu butuh saran, dan sampai kapanpun  semua rahasia dan cerita2 gila akan tetap terjaga tersimpan rapi.

Terima kasih sahabat, semoga Allah senantiasa menjagamu, memberimu nikmat, kebahagiaan dunia akherat.

Selasa, 10 Desember 2013

Aku berjuang untuk dua hal


Kata-kata mereka itu masih teringat jelas di benak ku

"Buat apa berpendidikan tinggi ,jika ujung-ujung nya di dapur"

Ya itu lah kalimat yang sedikit mengganggu ku beberapa waktu yang lalu.

Tepat di hari Minggu pagi yang gerimis,yang sempat menghentikan 

perjalananku menuju perpustakaan ingin mengerjakan tugas kuliah ku.

Hujan yang turun semakin deras,cukup menjadikan sebuah pelajaran karena 

kecerobohanku yg lupa membawa payung.

Ku lirik arloji di tanganku,tepat pukul 12.00 siang.tidak mungkin aku menunggu 

hujan reda untuk melanjutkan perjalananku menyelesaikan tugas kuliahku.

Ku putus kan ku buka laptop ku di sbuah rumah-rumah an kecil di tengah-

tengah taman kota.

Ku sapa teman-teman yang sedang berteduh di situ,kelihatannya mereka juga

 terjebak hujan ketika menikmati hari liburnya.

Sedikit bercerita untuk mengakrabkan suasana dengan mereka,yang memang 

belum penah bertemu sebelum nya.

Akhinya perhatianku kembali ke tugas ku,"aku harus segera 

menyelesaikannya,karena memang waktu luang yang sangat minim di hari kerja ku.

Tiba-tiba terdengar tanya dari mereka,"mbak sedang ngapain...?"

"Mengerjakan tugas"jawab ku singkat.

"Tugasssss.!"seakan-akan mereka heran dan bertanya lebih lanjut tentang

 tugasku.

Aku pun menjelaskan kepada mereka,,,,

Sungguh jleebbbb..::-[

Ketika satu dari mereka berkata

"Ngapain jauh-jauh kerja d hongkong sekolah lagi,,kenyataannya juga 

kungyan.,,"

Terdengar sahutan lagi

"Perempuan,mau ngapain lagi paling ujung-ujung nya juga di dapur" dengan 

wajah yang kurang enak di pandang mereka melirik ku.

Hanya senyum kecil tanda kecewa ku atas pemikiran awam seperti itu.

Entah kenapa aku terganggu sekali dengan kata-kata mereka.ingin aku 

Menjawab dan berdebat dengan komentar mereka yang benar-benar tidak 

Nyaman ku dengar,namun mereka beranjak pergi.

Ha ha ha,,ya itu kejadian sekitar 2 bulan lalu,

Hingga sekarang aku selalu teringat kata-kata itu,hmmmm,iya sich 

mbak memang benar kata-kata kalian pada dasarnya wanita

 hanya bertugas di dapur,mengurusi suami dan anak.tapi saya mempunyai 

prinsip yang berbeda bahwa aku berjuang untuk 2 hal:

1.orang tua yang harus bahagia di masa tua nya

2.cinta yang akan aku dampingi selamanya

Ya itulah prinsip saya, membuat orang tua saya bahagia di hari tua ny kelak 

adalah semangat utama perjuangan saya.tak akan ku sia-sia kan doa dan 

nasehat ibu ku akan kesusesanku.kadang sempat meneteskan air mata 

ketiKa beliu minta maaf karena belum mampu mewujudkan cita-cita nya menjadikan 

aku seorang sarjana.Bukan salah mu buk,semua memang sudah rencana yang

 Maha kuasa.sekarang kesempatanku mewujudkannya.Semoga Allah meridhoi 

niat ku membahagia kan nya.Aamiin

Jika kita baca Q.S Al Mujaadilah:11

bahwa orang2 yg berilmu akan memiliki derajat lebih di sisi

Allah dan manusia. Selain itu ilmu akan membuat seseorang

akan menjadi takut pada Allah.

Aku adalah seorang calon istri,menurut ku dengan pendidikan, seorang istri 

 dapat mendukung suami dalam berbuat baik,

Mengetahui bagaimana cara menjadi seorang istri shalihah, Senantiasa taat 

pada suami dalam kebaikan menjaga kehormatan dan harta suami.

Aku adalah calon seorang ibu,

“Anak2 adalah investasi pahala yang tak pernah putus bagi

orang tuanya.”

Ya inilah yang membuat saya lebih bersemangat mendidik anak-ansk saya 

kelak menjadi generasi yg soleh,solekhah dan cerdas.

"Seorang ibu adalah madrasah bagi anak-anak nya" kata yg tidak asing lagi kan kawan?

Dan ini sangat berpengaruh oleh ilmu yang kita miliki.Seorang

wanita terdidik akan mendorong anak2nya supaya bisa

menjadi lebih dari ayah-ibunya, baik dalam hal pendidkan

maupun kebahagiaan.Dan perjuanganku yang indah ini kelak menjadi cerita 

Indah untuk mereka,selain itu lihat lah seorang yang ber ilmu mereka lebih di 

Hargai dalam masyarakat,karena mereka tau bagaimana cara menempatkan 

diri dalam masyarakat. Tentu nya pernah baca ini kan

“Kemajuan wanita adalah sebagai ukuran kemajuan suatu

negeri. Kaum ibu dapat menggoyangkan buaian dengan tangan

kirinya, dapat pula menggoyangkan dunia dengan tangan

kanannya.” -Napoleon Bonaparte-

Hemmzz jadi inget tauziyah nya ustadz felix siaw kemarin 

"Men sini in women sono" ~dibalik seorang pria yang hebat,

terdapat seorang wanita yang kuat~. Expand Collapse.sudah jelas kan penting nya peranan seorang wanita

Ingat lah kawan ilmu Allah sangat luas!tak ada kata yang mampu 

menganalogikan nya,ilmu itu banyak sumber nya tidak juga harus di sekolah 

semua tergantung akan kemauan dan niat kita

Yukz kita buang pikiran-pikiran lama kita tentang peranan wanita yang hanya 

di dapur.Mari kita bangun pribadi seorang wanita yang mampu menghebatkan 

Suami dan anak-anak kita kelak.Aamiin...

Semangat kawan..:D.







Selasa, 14 Mei 2013

Apa arti Sahabat
Sahabat . Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang
bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat
sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang
sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah
satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam
suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika
teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi
masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang
dan mandiri.
Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat
saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang
berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya
bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat
yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya
menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita
dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar
belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang
jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-
sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan
penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya
orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut
saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau
tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita
memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya
persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata
dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain.
Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena
merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.
Cuma segitu arti persahabatan ??
Suatu hari saya menyatakan A adalah sahabat saya. Ketika
A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D,
namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba
memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya?
Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit
dalam pikiran saya Teman saya banyak. Saya pergi dengan
teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah
sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out
berbeda dengan sahabat.
Ada seorang sahabat saya mengirim sms pernyataan, “Saya
nggak berharap untuk jadi orang yang terpenting dalam hidup
kamu, itu permintaan yang terlalu besar. Saya cuma
berharap suatu hari nanti kalo dengar nama saya, kamu
bakal tersenyum dan bilang, dia sahabat saya.” Damn! Itu
benar-benar merasuk ke hati saya. Itulah kata-kata yang
saya cari. Saya tidak butuh pernyataan apa-apa. Tapi ketika
ada orang menyebutkan nama saya, ia akan bilang "Ninik"
adalah sahabat saya”. Saya nggak perlu menyebutkan siapa-
siapa aja sahabat saya, because you know who you are.
Buat saya, sahabat adalah orang yang menganggap saya
sebagai sahabat. Kita tidak perlu nyebutin sahabat saya
adalah A, B, C, D, E. Karena 1 nama saja terlupakan, orang
itu pasti akan sedih. Begitupun sebaliknya. Kalo sahabat
kamu menyebutkan nama-nama sahabatnya namun lupa untuk
menyebutkan nama kamu, kamu pasti sedih. Karena itu saya
cuma bisa dibilang orang-orang yang merupakan sahabat saya
adalah orang-orang yang menganggap saya sebagai sahabat.

Selasa, 07 Mei 2013

Catatan untuk ibu

kubuka album biru
penuh debu dan usang
kupandangi semua gambar diri
kecil bersih, belum ternoda...
fikirku-pun melayang
dahulu penuh kasih
teringat semua cerita orang,
tentang riwayatku...
*kata mereka diriku slalu dimanja
kata mereka diriku slalu ditimang
nada nada yang indah
slalu terurai darinya
tangisan nakal dari bibirku
tak-kan jadi deritanya
tangan halus dan suci
telah mengangkat tubuh ini
jiwa raga dan seluruh hidup
rela dia berikan...
*kata mereka diriku slalu dimanja
kata mereka diriku slalu ditimang
ooh bunda ada dan tiada dirimu
kan selalu ada di
dalam hatiku...

Ya Alloh jika mendengar lagu melly yg  itu serasa tak sanggub menahan air mata..ibuk kamu lah segalanya..segalanya dalam hidupku
Tak ada yang melebihi kasih sayangmu di dunia ini.jika bukan karena engkau mungkin saat ini aku hanyalah sebutir debu yang terhempas angin.
Dengan segala kekuatan dan kesabaranmu engkau membesarkan dan mendidik aku dan adik sendiri..sungguh kau wanita terhebat..coba katakan apa yg mampu ku blas untukmu..?
Masih ingat banget waktu aku masih SMA aku sering membuatmu menangis hanya karena berantem dgn adik..itupun krn hal kecil...apa aku peduli saat itu...?aku sering merasa iri dengan adik dan menangis saat kau memberikan hal yang lebih ke adik...sungguh kekanak kanak annya aku..satu hal dan peristiwa yang paling aku ingat..ketika petama kali aku ingin  mencoba jauh dari ibuk..pertama kali aku ingin merasakan hidup jauh dari ibuk...
Masih teringat 1 minggu sebelum aku pergi..kau selalu menangis saat melihat mataku...padahal aku dah mencoba mengalihkan kesedihanmu..aku mencoba terlihat tegar dan meyakinkanmu
Namun sungguh buk matamu tak mampu berbohong...akan kesedihanmu...
Ya maklum waktu itu aku belum pernah jauh dari ibuk...aku yang selalu berusaha mmbantu pekerjaan ibuk,aku yang selalu menceritakan apa,kapan,dimana dan dengan siapa aku di sekolah...ha ha ha..kalau sk dah pulang sekolah siap-siap dech ibuk dengerin sekilas info...hemmm paling seru lagi sebelum tidur ha ha ha ibuk n adiku jadi pendengar setia ceritaku di sekolah hhhhpaling sebel nich kalo aku lagi cerita mereka pura2 tidur....
Hemmmm sungguh indah... Sampai2 kau mampu mengurangi kerinduanku pada ayah...aku ingin tegar seperti engkau buk..

Dan kini aku mulai sedikit bisa merasakan mencari uang itu tidak mudah...sungguh tak mudah...kini selalu terbayang bgaimana beratnya ibuk membesarkan aku dan adik...
Sungguh tak mampu aku berfikir sejauh itu....buk terimakasih atas segalanya..RidhoNya ada pada ridho ibuk
Suatu saat nanti aku yakin akan membuatmu tersenyum bahagia
Dan hadir kecerian lagi bersama ibuk,aku n adik....
Aamiin...:-)

Aku lahir tanpa apa-apa,
Engkaulah yang mengajariku segalanya,
Membesarkanku dengan segala upaya,
Berharap aku kan jadi orang yang berguna..
Ketika aku menangis dalam takut,
Engkaulah yang menenangkanku..
Dan ketika aku jatuh sakit,
Engkaulah yang selalu berada di sampingku..
Engkau menegurku ketika aku salah,
Engkau mengingatkanku ketika aku lupa,
Engkau menghiburku ketika aku sedih,
Engkaulah yang menyembuhkanku ketika aku terluka..
Kini aku telah dewasa,
Berusaha mengejar dan meraih cita-cita,
Berharap kan menjadi orang yang berguna,
Demi mewujudkan harapan dan impian keluarga..
Terima kasih ibu,
Engkaulah segalanya bagiku,
Tanpamu kini aku bukanlah apa-apa,
Kasihmu padaku tak kan terbalas sepanjang masa...:-)

Miss u mum...:-)

Minggu, 05 Mei 2013

Life

Life then is about the choice
So many choices
We can choose this
Or hopes is left in pieces
Life, if all full of doubt
What’s the use of hope
Or we got no thought
Then really, we lose our scope
Life, then is re-thinking
Decision, through coming
Chosen one we’re having
Life, we’re living in
Which, choice has been passing
Regrets comes with nothing
Delights will be pulling in
despairs got no meaning..!

Let's go ninik...u can..:-)

Kamis, 02 Mei 2013

Bingung.???????

Hemmmmm  rasanya seperti gak bisa bernafas lega malam ini...yang ada hanya takut takut  n takut...
Masih tetap seperti kemarin....,kenapa sih aku jadi orang careless banget??
Kapan  donk nini kamu berubahnya....?
Ayo donk jangan kayak kecil lagi....:-):-)
Agrrrrhhh....:-)bingung ,kesel ,jengkel
Kalau udah kayak gini ni paling enak  nyubitin n meremes rem3s my sister :-):-):-):-)orynshi..:-)he h3 he...lucu juga kalau inget..:-)
Kasihan tau nin sister kamu udah langsing gitu main cubit aja
Ha ha ha habisnya gemes sich..
Maaf ya sister  ....muach pokoknya...kalau gak ada kamu gak tau dech siapa yang bakalan aku cubit...
Oh sad,sad n sad rasanya...gimana nich kalau besok mum nanya.
Nin how came my t-shirt  change colour..?
Oh my God ..how to answer..?
Afraid  she will  angry..
Oh sungguh sad sad sad....:-)
ditambah lagi  masalah ini itu...oh no...
But  apapun juga harus ku hadapi,marah ya aku terima
Gak marah ya Alhamdulillah..he he...tapi beneran takut banget berharap malam ini lamaaaaaaa hemz..ingin nangis rasanya
Ya  Alloh  luluhkanlah hatinya!!.
Hikz hikz hikz....
Bingung.......!

Selasa, 30 April 2013

Aku hanya ingin kamu mengerti


Bukan mudah bagiku mengatakan perasaanku terhadapmu..
Namun bukan mudah juga untukmu menerima segala
kenyataan ini..
Aku hanya ingin kau mengerti, betapa hidup ini kadang kala
memerlukan pengorbanan..
Tidak hanya kita berkorban masa bersama, kita juga
terpakasa berkorban segalanya..
Hanya untuk apa?? Demi membahagiakan dirimu..
Aku hanya ingin kau mengerti..
Aku tidak mahu melihat kau menderita kerana aku..
Bukan aku mementingkan diriku, namun hanya satu yang aku
firkirkan..
Masa  depanku lebih berharga daripada hubungan kita..
Biarpun aku coba membuat kau mengerti, namun kau tetap
begitu..
Tidakkah engkau mengerti?? Aku tidak mampu
melakukannya..
Maafkanlah diri ini andai segala perbuatan, keterlanjuran kata
yang mungkin mengguris hati kecil mu..
Aku hanya ingin kau mengerti..
Tiada apa yang mampuku lakukan..
Hubungan ini hanya akan membawa banyak persengketaan
jika kita teruskan..
Aku bukan hanya ingin mencari alasan..
Sesungguhnya aku insan biasa, insan yang lemah..
Insan yang mudah kalah dengan  cobaan dan dugaanNYA..
Biarpun begitu, aku tetap pasrah dengan kehendakNYA..
Sesuatu yang berlaku mungkin ada hikmahnya..
Aku hanya ingin kau bahagia..
Tidak perlulah kau menunggu aku lagi kerna aku bukanlah
untukmu..
Aku hanya mampu berdoa agar kau berbahagia di samping
yang tulus menyayangimu..
Aku hanya ingin kau mengerti..